Sekolah

Sekolah Satu Bumi Tentang Sekolah
Peletakan Batu Pertama

Berdasarkan beberapa seminar dan simposium nasional Pendidikan yang diadakan oleh Forum Pengajar, Dokter dan Psikolog bagi Ibu Pertiwi (ForADokSi-BIP) pada tahun 2007 di Jakarta dan berbagai daerah lainnya di Indonesia, para pakar pendidikan merekomendasikan adanya sekolah yang berbasiskan sistem pendidikan holistik.
Selanjutnya para pengajar, psikolog, dokter yang tergabung di ForAdokSi-BIP mengusulkan kepada Bapak Anand Krishna – sebagai penggagas konsep pendidikan holistik – agar segera membentuk Yayasan Pendidikan Anand Krishna.

Maka, berdasarkan Akte Notaris No 17 tanggal 15 Oktober 2007, Yayasan Pendidikan Anand Krishna atau disingkat dengan YPAK pun terbentuk.  Dan sebagai program pertama YPAK, pada tahun 2009 didirikanlah One Earth School atau Sekolah Satu Bumi di Propinsi Bali.

Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum khusus namun dengan tetap mengacu pada kurikulum pendidikan formal Departemen Pendidikan Republik Indonesia.   Kurikulum khusus dirancang untuk memunculkan potensi setiap anak didik sehingga mampu membina tubuh, pikiran, dan jiwanya secara holistik;  menumbuhkan pribadi anak didik yang memiliki kekuatan kehendak, kebijaksanaan, dan ketepatan dalam bertindak; mengembangkan pribadi anak didik menjadi warga kelas dunia yang tidak hanya berhasil secara individu, tetapi juga mampu mengelola lingkungannya, mampu menghadapi, tantangan nasional, serta mampu merespon berbagai tantangan global; dan menumbuhkembangkan sikap mampu bertanggungjawab, baik secara individu, kelompok, nasional maupun internasional.